Tampilkan postingan dengan label B. indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label B. indonesia. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 27 Oktober 2012

Saya Bosan Memikirkan Pemuda Indonesia

Pemuda itu apa ??? pemuda itu adalah seseorang atau individu dalam usia produktif yang mempunyai semangat melakukan perubahan, sosok yang merasa risih ketika melihat hak asasi saudaranya di renggut, sosok aktivis, sosok yang memiliki prinsip hidup yang kuat, sosok yang bertakwa, TAPI  Realitanya yang ada sama pemuda Indonesia :
Selasa, 05 Juli 2011
“Na..na…na…!! hmm…hmm….hmm…!!”gumam Nikel (Ni) pelan sambil berjalan hilir mudik didepan Besi (Fe) dan Krom (Cr). Mereka bertiga sedang menunggu manusia untuk membantunya membuat campuran logam tahan asam atau yang disebut Nikrom.
“Nikel..! kau bisa diam tidak? Dari tadi jalan terus hilir mudik kayak setrikaan, bentar lagi kita kan mau bantu manusia buat….apa sih?Krom! manusia tadi bilang apa ya, aku lupa lagi, kita-kita ini mau dipadukan lalu namanya perpaduan kita itu apa lupa lagi?”teriak Besi
“Campuran logam tahan asam! itu yang disebut Nikrom” jawab Krom
Selasa, 17 Mei 2011
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/12/catatan-harian-natrium-ke6-195x300.jpgCinta…. apa yang sedang terjadi….
Seminggu tanpa berita….
Seminggu tanpa cerita….
Seminggu juga tanpa bicara…..
Dan cinta…. sedang apakah dirimu…..
Mengapa tak ada kabar…….
Mengapa tak jua datang……
Suara lagu serpihan sesal maia terdengar lembut diantara gerimis hujan terakhir yang mengembun pada kaca jendela. Mataku masih memandang lurus kearahnya,  kearah jendela yang ada di seberang sana tepatnya di gang no 4 blok VIIA dengan nomor rumahnya 35. Dia adalah bromin adiknya khlor, dulu aku pernah menjadi kekasihnya (NaBr), namun rahasia ini tidak pernah aku ceritakan pada khlor sampai sekarang, dan semenjak aku menikah dengan khlor, dia maksudku bromin tidak pernah sedikitpun  menyapaku, entah karena sakit hati padaku atau karena dia sangat menghormati kakaknya khlor.
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/11/wanita-memandang-bulan-200x300.jpgOktober 2009
Malam hampir larut, suara koor Jengkrik  memecah kesunyian. Di kejauhan burung malam meneriakkan kebebasan. Aku semakin gelisah….gelisah yang tiada pernah kurasakan sebelumnya. Semakin lama berbaring rasanya tubuhku semakin sakit, bagaimana mungkin tiba-tiba kurasakan tempa tidur ini banyak durinya. Aku semakin tak tahan akhirnya akupun bangkit dan membuka jendela kamar. Udara malam cepat menerobos menusuk-nusuk tulangku. Diluar daun-daun berbisik diterpa angin dan kulihat bulan malu-malu untuk menmpakkan rupanya. Aku terpaku di depan jendela. Dikejauhan samar-samar kudengar suara
“Aku mencintainya Kal, sangat mencintainya, meskipun dia suami kakak kamu. Apalagi setelah aku tahu warnaku merah bata pas di uji nyala, rasanya Khlor semakin sayang sama aku”
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/08/cerpen-kimia-4-300x200.jpgAgustus  2009 saat merah putih berkibar  dengan gagah di angkasa
Kawan sepertinya kali ini khlor benar-benar menepati janjinya dia benar-benar mulai berhenti dengan kekasih – kekasihnya itu. Gak tahu dia hanya untuk sementara atau ya mungkin untuk selamanya. Tapi aku bahagia di buatnya atas perubahan ini dan kau tahu kawan karena aku terlalu sibuk dengan khlor suamiku atau karena aku sibuk dengan bakti sosial pada manusia sampai-sampoai aku tidak menyadari kalau anakku Natrium Hidroksida (NaOH) sudah mulai beranjak remaja. Mungkin ini semua karena kesalahanku aku kurang memperhatikan anakku NaOH  sehingga dia tumbuh menjadi anak yang berbahaya bagi manusia. Bersifat basa dan sangat korosif. Aku tidak tahu harus bagaimana untuk merubah sifatnya karena selama ini dia dalam asuhan para manusia lab. Bahkan akhir – akhir ini kudengar dari manusia lab kalau dia dapat menyebabkan luka bakar, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata para manusia. Dia sungguh-sungguh berbahaya apalagi katanya jika tertelan atau terjadi kontak dengan kulit atau menghirup debunya.
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/07/catatan-harian-natrium-ke3-200x300.jpgMei  saat kemarau panjang melanda
Mentari pagi memantul lewat jendela kamar minyak tanahku, aku terduduk lesu sendirian . Kenapa…kenapa hidupku seperti tak ada mimpi lagi. Yang kurasa hanyalah kehampaan . Apakah aku sudah bosan tuk hidup? setelah lama kujalani pernikahan dengan khlor kekasihku lantas apa yang kudapatkan. Kebahagiaankah? kenyataannya aku selalu saja kecewa, khlor tetap saja dengan mata keranjangnya, padahal dulu dia setengah mati mengejarku. Tuhan tolong…aku mulai merasa jenuh dengan pernikahanku ini, apa karena ikatan cinta kami hanya sebatas ikatan ion, hingga mudah sekali tergoyahkan. Ahh….khlor sepertinya sampai sejauh ini kau belum bisa memahami diriku

http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/04/cerpen-kimia-2-300x200.jpgAwal Maret 2009
Langit hampir meremang , sejuk mengelabu. Di barat masih kelihatan goresan-goresan warna merah lembut seperti lukisan hidup. Sisa pijaran matahari yang sudah begitu lelah .
Aku pandangi senja tuk kesekian kalinya, yang mulai di rangkul gelap.Aku jelajahi lautan lepas yang terhampar di depan mataku. Dulu diantara batu karang itu, pasir putih itu, aku bertemu dengannya tanpa dugaan sebelumnya.entah beberapa tahun kebelakang, aku bertemu dengan lelaki itu, lelaki yang pernah menumbuhkan bunga-bunga di hatiku sampai sekarang.Ya….lautan di depanku inilah yang telah membuat hati kami merah menyala dan tiba-tiba aku merasa kangen padanya …..kangen yang sangat menyiksa.Dan hatiku….hatiku bagai teriris darahnya menetes satu-satu hangat terasa menjelajari seluruh peredaran urat nadiku.
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/04/catatan-harian-natrium-300x200.jpgAWAL  JANUARI  2009
“Apakah itu cinta…apakah itu cinta…yang mampu melengkapi lubang di dalam hati….” Suara lagunya letto yang minggu ini kujadikan nada dering ponselku terus berbunyi, aku menggeliat malas dan mencoba membuka mataku yang terasa sangat berat. Tapi tiba-tiba kantukku mendadak hilang saat kulihat nama khlor kekasihku terpampang di layar ponsel
“Pagi honey…!” terdengar suaranya renyah di seberang sana
“Ada apa sih , pagi-pagi dah ganggu orang tidur ?” jawabku sedikit merajuk
Rabu, 06 April 2011

Alkisah, pada negeri antah berantah berdiri sebuah kerajaan. Kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang raja yang ternyata memiliki kegemaran berburu. Suatu hari, Raja berburu ke hutan ditemani penasehat dan pengawalnya. Saat berburu Ia mengalami kecelakaan. Jari kelingking tangan kiri raja terpotong oleh pisau yang sangat tajam akibat terlalu ceroboh.
Raja meringis sedih. Melihat kesedihan sang Raja, Penasehat bersimpati seraya berusaha menghibur dengan kata-kata manis. Namun, kata-kata manis tak jua mampu mengobati duka, sang Raja tetap bersedih.Penasehat akhirnya berkata, ”Baginda mulia, apapun yang terjadi menimpa kita, patutlah disyukuri dan menjadi renungan”. Mendengar ucapan si penasehat, raja ternyata tak terima malah menjadi murka.
”Kurang ajar engkau”, ucap Raja dengan wajah memerah.
Penasehat terkejut bukan main. Maksud hati memberi kalimat bijaksana malah murka raja didapat.
Kamis, 18 November 2010
yo brother. . . many people in the social class ask me to post about text with footnote. i can't do anymore again and yeah..... i do it finally.  awwww that's make me so tired hahaahaaaaa. yeah read this and comment. OK bro!!!!


Membongkar Tradisionalisme Pendidikan Pesantren; "Sebuah Pilihan Sejarah"

Pendidikan di tengah medan kebudayaan (culture area), berproses merajut dua substansi aras kultural, yaitu di samping terartikulasi pada upaya pemanusiaan dirinya, juga secara berkesinambungan mewujud ke dalam pemanusiaan dunia di sekitarnya (man humanizes himself in humanizing the world around him) (J.W.M. Bakker, SJ; 2000: 22). Kenyataan ini nampaknya amat begitu diinsafi oleh para designer awal dan founding fathers bangsa ini, hingga kemudian cita-cita yang megkristal dalam tujuan pendidikan nasional (Mukaddimah UUD '45) kita, betul-betul terarah ke pengertian seperti itu. 

Translate

Label

Entri Populer

Total Pengunjung

Pengikut