Jumat, 25 Maret 2011
Carolus Linnaeus
Binomial Numenclatur adalah system penulisan nama ilmiah bagi makhluk hidup. Sebutan lain dari Binomial Numenclatur adalah penulisan nama latin dari makhluk hidup. Penulisan ini diatur untuk mencegah kekacauan pada penamaan makhluk hidup. Dengan adanya binomial numenclatur ini, para ilmuan, mahasiswa dan atau semua orang yang memerlukan penamaan bagi makhluk hidup dapat terbantu. Dengan ini penamaan makhluk hidup dapat disusun dengan lebih teratur. Penamaan ini pertama kali dicetuskan oleh seorang naturalis berkebangsaan Swedia, Carl van Linne (atau dalam bahasa Latin disebut Carolus Linneaus). Seiring dengan perkembangan ilmu biologi, sistem binomial numenclatur juga ikut berkembang, disamping makin banyaknya makhluk hidup yang ditemukan.


Sistem penamaan ini berkembang dari yang sederhana sampai dengan yang sekarang digunakan. Aturan yang ada saat ini masih baku digunakan di universitas-universitas, sekolah-sekolah dan juga dalam jurnal-jurnal serta buku-buku ilmiah.

Secara umum standar penulisan dari Binomial Numenclatur adalah sebagai berikut:
  1. Nama ditulis menggunakan dua kata dalam bahasa Latin.
  2. Kata pertama menunjukkan nama Genus dari makhluk tersebut
  3. Kata kedua menunjukkan spesies dari makhluk tersebut
  4. Huruf pertama dari kata pertama ditulis dengan huruf besar/ kapital
  5. Huruf pertama dari kata kedua ditulis dengan huruf kecil
  6. Kedua kata ditulis miring
  7. Alternative bagi penulisan miring adalah dengan menggunakan penulsan menggunakan garis bawah.
Tulisan ini ditujukan bagi media cetak (tentunya) yang kurang memperhatikan aturan penulisan nama ilmiah bagi makhluk hidup (baik hewan maupun tumbuhan). Aturan penulisan ini dinamakan Binomoial Numenclatur dan sudah menjadi standar internasional bagi penulisan nama ilmiah. Pada masa sekarang ini banyak media cetak yang tidak terlalu memperhatikan aturan penulisan ini, padahal media cetak merupakan media informasi yang dibaca oleh masyarakat luas. Tentunya masyarakat (cukup) mempercayai apa yang ditulis dalam media cetak sehingga selanjutnya menjadikannnya sebagai patokan (dalam hal ini dalam masalah keilmuan). Jadi jika kemudian apa yang dituliskan dalam media cetak mengandung kesalahan, kemudian masyarakat luas membacanya dan mempercayainya tanpa tinjauan kritis, maka yang terjadi adalah kesalahan yang beruntun yang tidak dapat terbantahkan. Kasus seperti ini sering terjadi dalam permasalan keilmuan dalam kaitannya dengan penulisan istilah-istilah ilmiah. Melalui tulisan ini, penulis mencoba untuk mengingatkan kepada pihak media cetak agar dapat lebih memperhatikan penulisan istilah ilmiah bukan hanya pada penulisan istilah biologi (contoh: Binomial Numenclatur), tetapi juga penulisan istilah ilmiah lainnya sehingga tidak terjadi kesalahan yang beruntun dan menghentikan kesalahan berkepanjangan yang sudah terjadi.
Sekian dari penulis, mohon maaf atas segala kesalahan.
Wallahu a’lam bi kulli al Shawab…

.
Wassalaam

0 komentar:

Translate

Entri Populer

Total Pengunjung

Pengikut