Rabu, 22 Juni 2011
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-il9kSVGRmndhcNoXOxI3bf7zjYGi8wctWwz0GV-OwdfK9B-p_fNg64GQ-zugHo80-bK-aoOK-M61Xng8tDv30h_SSu5FGo1bW6hyGALS0580GbwAvFFGOkK3qFOTF36yu6HncUfcvIM/s200/Pandji.jpgBAJAK LAGU INI !!!
sekilas sih terdenger kaya ancaman, ato apalah dan lagunya juga skilas kaya murahan
TAAAPPIIIII!!!!
don't see something from first look
listen it and say what u think!!!
its real in music world

CHECK IT OUT ! ! !


CHORUS
(Bajak lagu ini)
Kalau suka lagu ini nggakpapa, bajak aja dan bantu gue sebarkan ke seluruh negri!
(Atau download nanti)
www.provocative-proactive.com download disana com
(Beli CD ini)
Setengah penghasilan CD akan diberikan untuk anak kanker dinaung C3
(Banggakan hati)

VERSE 1
Hari ini, berkata Pandji, tak peduli kalau karyanya kelak di bajak orang nanti
Ada kalanya para musisi utk mengerti, rakyat kita peduli dengan karya yang berarti.
Dalam arti, di negri ini, orang orang lupa kalau mereka juga mau untuk membeli.
Tapi ingat lagi…
Nggak semua hidup berkecukupan dengan sandang dan papan
Kita bisa berteriak sebangsa serempak, kita maju “Pendidikan adalah hakku!”
Kita minta pendidikan gratis, tapi kalau lagu dibajak mengapa nangis?
Musik adalah pendidikan, pembebasan dari pembelengguan, kebodohan, keminderan, jangan heran, kalau orang banyak yang berharap bisa mengecap musik dengan gratisan.
Bagai pendidikan.
Ingat teman, guru guru ini disejarah akan terekam:
John Lennon, Bob Dylan, Bob Marley, Bang Iwan, dan Marvin, dan Bono, dan Tupac!

VERSE 2
Hah! Gue tau elo benci, elo pikir gue bodoh atau mungin gue dipikir naif.
Jujur gue mengakui, gue bukan mau kaya dari album ini (hehehehe)
Karna itu, gue mikir lebih jernih.
Gue konsentrasi untuk bikin karya seni bukan jual CD.
Seperti stigma pegawai negri, masuk kantor untuk main tetris karna tidak peduli lagi…
Bedanya bekerja dan berkarya, kerja untuk uang, karya untuk kepuasan sendiri saja.
Kalau nyari uang kita fokus dengan metoda yang selama ini berhasil menghasilkan uang.
Repetisi.
Mengulangi pola aman.
Gimana mau berkembang? Kita harus hajar zona aman.
“Slama masuk jam 9, pulang jam 6, uang masuk tiap akhir bulan, AMAN”

Inikah kasus musisi?
Takut liat retur CD sehingga mulai lupa jati diri?
Lagi lagi gue akui, memang tidak mudah nyaman untuk jadi diri sendiri.
Takut dijauhi, tidak diterima oleh calon pembeli.
Penurunan angka CD bukanlah salah musikmu, tapi salah label yang punya metoda kian menjemu.

BACK TO CHORUS


DOWNLOAD LAGGUNYA DISINI !!!

0 komentar:

Translate

Entri Populer

Total Pengunjung

Pengikut